Tugas perencanaan dan pengawasan proyek T8

 

TUGAS PERTEMUAN 8

NAMA     : Yusril Iza Mahendra 

NIM         : 2019D1B120

 Peng. Mutu Proyek Petemuan ke - 8

Soal

Jelaskan secara rinci dan detail tentang Quality Assurance (QA) dan Quality Control (QC)

Penjelasan disertai gambar ilustrasi, grafik, tabulasi dan contoh implementasi


Jawaban

1.) Quality Assurance (QA)

      Pengertian Quality Assurance (QA) Quality Assurance (QA) merupakan suatu konsep atau bagian dari Total Quality Management (TQM) dimana tugas dan fungsinya adalah sebagai penjaminan mutu pada layanan yang dilaksanakan melalui sebuah proses baik sebelum dan ketika proses sedang berlangsung dengan maksud mencegah kegagalan sejak awal sampai akhir dari proses pemenuhan standar.

Pada dasarnya QA berkenaan dengan desain, mutu menuju proses, menjamin mutu produk dan jasa dengan standar yang telah ditetapkan. Intinya QA suatu proses pembuatan yang menjamin bahwa produk atau layanan memenuhi persyaratan sesuai dengan desain mutu yang memuat pernyataan bahwa produsen menjamin produk atau jasa yang telah dikeluarkan.
 Proses mekanisme penjaminan mutu terdiri dari tujuh unsur pokok yang sistematis yaitu a) komitmen, b) tuntutan internal, c) tanggung jawab melekat, d) kepatuhan, e) evaluasi diri, f) audit internal, dan g) peningkatan mutu terus menerus.50 Sebagaimana dapat dilihat pada gambar di bawah ini:




ü  Implementasi penjaminan mutu dapat dilakukan dengan langkahlangkah sebagai berikut:
a)      Membentuk tim yang kuat. Penyelenggaraan pendidikan, peningkatan mutu akademik dan penyelenggaraan jaminan mutu menjadi tanggung jawab pemimpin.
b)      Mengkukuhkan visi, misi, dan tujuan institusi, visi hendaknya menjadi nilai dan keyakinan bersama, sedangkan misi untuk mengartikulasikan cara untuk mengukur efektifitas tim. Tujuan memberikan fokus dan arahan bagi tim.
c)       Menganalisa Masalah Tim inti yang telah dibentuk harus mengarahkan filosofi TQM kepada dataran yang lebih praktis. Alat dan teknik mutu adalah media untuk dapat mengidentifikasi dan memecahkan masalah secara kreatif.
d)      Menentukan Kebijakan Mutu Kebijakan mutu didasarkan kepada visi, misi dan masyarakat (stakeholders) dan harus menjadi kesepakatan bersama yang kemudian diturunkan ke sasaran mutu.
e)      Menentukan Standar Mutu Standar mutu terdiri dari sasaran mutu dan rencana mutu. Sasaran mutu adalah sasaran/target yang dicapai oleh suatu unit berkaitan dengan tugas wewenang yang dimiliki oleh unit tersebut.
f)        Menentukan Prosedur Prosedur adalah suatu proses, mekanisme, urutan dan cara melaksanakan suatu kegiatan/aktifitas.


2.) Pengertian Quality Control (QC)
      QC secara historis merupakan konsep mutu yang paling tua. Ia melibatkan deteksi dan eliminasi komponen atau produk gagal yang tidak sesuai dengan standar. Ini merupakan sebuah proses pascaproduksi yang melacak dan menolak item-item yang cacat. Inspeksi dan pemeriksaan adalah metode-metode umum dari Quality Control yang sudah digunakan secara luas dalam pendidikan dan berfungsi memeriksa apakah standarstandar telah dipenuhi atau belum.
Pengertian lain dari QC adalah suatu pengendalian mutu atau evaluasi yang disusun secara sistematis digunakan untuk mengembangkan, melestarikan, dan meningkatkan kualitas dengan tujuan mendapatkan kepuasan pelangggan.
ü  
Manfaat Quality Control (QC)
Ada beberapa keuntungan pengendalian mutu yang digambarkan Ishikawa dalam bukunya, antara lain:
a)      Pengendalian mutu memungkinkan untuk membangun mutu di setiap langkah proses produksi demi menghasilkan produk yang 100% bebas cacat.
b)      Pengendalian mutu memungkinkan perusahaan menemukan kesalahan atau kegagalan sebelum akhirnya berubah menjadi musibah bagi perusahaan.
c)      Pengendalian mutu memungkinkan desain produk mengikuti keinginan pelanggan secara efisien sehingga produknya selalu dibuat sesuai pilihan pelanggan.
d)    Pengendalian mutu dapat membantu perusahaan menemukan data-data produksi yang salah.

Berikut ini adalah beberapa perbedaan antara Quality Control dan Quality Assurance.

  1. Quality Assurance (QA) fokus pada pencegahan cacat sedangkan Quality Control (QC) fokus pada identifikasi atau menemukan cacat.
  2. Di Quality Assurance (QA), kita mencari cara yang paling efektif untuk menghindari cacat sedangkan di Quality Control (QC) kita untuk berusaha untuk mendeteksi kecacatan dan kemudian mencari cara perbaikan untuk membuat kualitas produk menjadi lebih baik.
  3. Quality Assurance (QA) adalah proses pro-aktif sedangkan Quality Control (QC) adalah proses reaktif.
  4. Quality Assurance (QA) merupakan pendekatan berdasarkan proses (process base approach) sedangkan Quality Control (QC) merupakan pendekatan berdasarkan produk (product base approach).
  5. Quality Assurance (QA) melibatkan proses dalam menangani masalah kualitas sedangkan Quality Control (QC) melakukan verifikasi terhadap kualitas produk itu sendiri (pada produknya).
  6. Kualitas Audit (Quality Audit) merupakan salah satu contoh proses pada Quality Assurance (QA) sedangkan Inspeksi dan Pengujian (testing) terhadap produk merupakan contoh proses pada Quality Control (QC).

Berikut ini adalah beberapa manfaat adanya Quality Control (QC) dan Quality Assurance (QA) di industri manufakturing.

  1. Menghasilkan produk yang berkualitas tinggi.
  2. Menghindari pemborosan (waste).
  3. Meningkatkan efisiensi operasional.
  4. Memberikan kepuasan pada pelanggan.
  5. Mengurangi pekerjaan ulang yang merugikan perusahaan dalam segi finansial maupun waktu.
  6. Memotivasi tim dalam bekerja lebih baik dengan kualitas yang tinggi.
  7. Meningkatkan kepercayaan pelanggan.

Komentar